Gundah

Sang pujangga itu berkata 'jika aku tidak menemukan daratan maka aku cari hingga ujung dunia', tulisan - tulisan ini adalah hirupan nafas yang panjang, Apakah engkau bisa menembus ke dalam labirin bersekat hexagonal. Mentari telah dimakan oleh gelap malam, sedang daratan tidak terlihat juga. Apakah sang pujangga akan pergi ke ujung dunia? Cahaya malam yang... Continue Reading →

Featured post

Kota Perjuangan #3

Terkadang dalam hidup kita, harus berjuang sendiri meskipun tidak ada tim yang mendukung. Ya, Itu terjadi ketika perjalanan ke Pulau Borneo, Kalimantan Barat, tepat di bumi khatulistiwa Pontianak. Waktu itu saya berusaha untuk merenung, Apakah saya perlu mengikuti kompetisi ini? Awal pertengahan 2016 itu memang jadwal padat. Kami dalam menjalani perkuliahan semester 5-6 dan amanah... Continue Reading →

Featured post

Kota Perjuangan #2

Bumi Parahyangan titik tumpu selanjutnya. Waktu istirahat perkuliahan saya dan kawan (Angga dan Lukman) mengobrol sejenak terkait mimpi dan tujuan. Ketika menunggu waktu jadwal kuliah, kami menemukan sebuah ide. Ide tersebut membuat bagaimana pengingat dan penghantar obat dalam satu tool. Dalam benak kata ide aneh apalagi? Seseorang berlatarkan kimia obat menyusun gagasan tentang teknologi. Tentu... Continue Reading →

Featured post

Kota Perjuangan #1

Penasaran dan ingin merasakan sebuah barang mahal waktu tahun 2014. Iya, waktu itu perjalanan dengan pesawat merupakan barang mahal. Kenapa barang mahal? Karena tingkat flight yang rendah dan biaya yang dikeluarkan dalam mengoperasikan pesawat tinggi. Hal tersebut berpengaruh terhadap harga tiket pesawat. Pertama dan ingin merasakan mengudara maka aku harus menentukan satu titik tujuan diluar... Continue Reading →

Featured post

Secuil Perjuangan

Langkah kaki menyambut suasana pagi.. Menerjang dingin pagi dan air pagi.. Terucap do'a dan harapan dalam memulai hari.. Kemarin adalah kenangan dan pelajaran.. Esok adalah harapan dan impian.. Tetesan keringat adalah pengorbanan.. Tetesan air mata adalah perenungan.. Tak mungkin aku terus berdiri di atas bayang-bayangmu.. Izinkan aku berdiri disamping kanan atau kiri untuk berjuang bersamamu..... Continue Reading →

Featured post

FILM HITAM PUTIH

Lidah merasakan gula manis…Manis wajah seperti gulali…Wajah seperti jelly…Kepala menunduk dan bersimpuh…Mata terpejam dan kedua tangan saling bertaut dalam duduk…Diiringi dengan suara token listrik dan suara pompa air…Otak kepala mulai berputar, sedikit memutar film hitam putih…Supra tertahan di warung bubur ayam tidak di aduk…Pandangan tertuju pada seorang ibu dan anak kecil…Anak kecil bahagia mengikuti ibu... Continue Reading →

Featured post

Keterbalikan

Awal bulan ini umat muslim khususnya di Indonesia menjalankan ibadah puasa. Banyak sambutan yang bervariasi pada waktu itu, misalnya sambutan pertama kenaikan beberapa harga kebutuhan manusia minyak goreng, BBM, dan tarif tol. Terlepas dari semua itu, harapannya sama dipermudahkan dalam mencari rezeki yang berkah. Sambutan kedua, kemacetan mulai timbul dimana-dimana. Sambutan ketiga, hujan yang membasahi... Continue Reading →

Memori Retail #3

Tidurku telah lelap. Mataku terbangun tepat pukul 00:00. Aku terbangun karena mendengar suara kaki berjalan tapi tanpa jejak dan suara seram yang meraung bak serigala malam. Bulu kuduk berdiri, seakan merasakan takut. Aku tarik sarung untuk bersembunyi dan tarik bantal untuk menutupi wajah. Matapun mulai terlelap kembali. Tiba-tiba dalam sekejap mata aku sampai di sebuah istana dengan taman-taman gantungnya.

Memori Retail #2

Sosok berkacamata itu telah lari dan terus berlari tanpa henti. Terkadang aku ingin menyapanya tapi mulut ini tertahan untuk mendengarkan sepatah kata dari mulutnya. Tertahan oleh rasa canggung. Tapi kaki ini telah berjalan melewati selokan, aspal, dan lorong-lorong jalan untuk beranjak dari indomaret. Roda depan berputar 360° dan roda belakang berputar 360° dan mata tertuju pada arah barat dengan titik koordinat 51.1657° N, 10.4515° E. Suara kendaraan bermotor seperti halnya motor dan mobil mewarnai perjalananku. Masih teringat dipikiranku tentang Surat untuk Bunga Autumn. 2 benua telah memisahkan dan hanya do'a yang mengiringi.

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑