Sampah-Sampah Berserakan

Pernah dengar? “Pengelolaan sampah dimulai dari diri sendiri”. Yap perkataan itu sering diucapkan jika ada sosialisasi kebersihan lingkungan. Namun, kenyataannya sampah dihilangkan dengan dilarung ke sungai atau laut. Dan itu adalah pendidikan pengelolaan sampah. Sampah tidak hanya menjadi problema di Indonesia tetapi juga seluruh bagian dunia. Kecenderungan negara berpenduduk besar akan menghasilkan sampah limbah rumah tangga yang tinggi dan kesadaran akan manajemen sampah berkurang, kami ambil contoh : Indonesia, India, China, dan USA. Misalnya sampah sepeda motor tua, mobil tua, hp, dan tv terkadang akan dibiarkan didalam sebidang tanah. Kenapa didiamkan? Barang tersebut telah mengalami penurunan nilai. Apakah hanya barang saja yang mengalami penurunan nilai? Makanan juga dapat mengalami penurunan nilai. Sehingga hal ini menyebabkan penumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS). Penurunan nilai barang erat dengan ekonomi. Suatu barang yang nilai ekonomi menurun maka dibuang lebih baik karena dijual pun rugi.

Pengelolaan sampah yang baik adalah meningkatkan nilai. Kita akan ambil contoh yang sudah ada disekitar masyarakat limbah kertas, limbah plastik, limbah kabel, dan limbah organik. Pertanyaannya apakah semua sampah dapat ditingkatkan nilainya? Tidak. Limbah yang tidak bisa ditingkatkan nilainya, saya ambil contoh kasur, alat masak, dll. Limbah yang memiliki nilai tentu menarik investor dan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat. Lantas bagaimana limbah yang tidak memiliki nilai? Salah satu cara adalah dengan membuat studi peleburan sampah. Dengan memanfaatkan pajak yang dibayarkan oleh masyarakat setiap bulan. Negera tentu dapat mengalokasikan untuk menangani sampah yang tidak memiliki nilai ini (saya tekankan kembali bahwa sampah ada yang memiliki nilai ekonomi dan tidak memiliki nilai ekonomi).

Tingkat jumlah penduduk, ekonomi, pendidikan, dan akhlak memang sangat berhubungan erat dengan pengelolaan sampah. Apabila goal pengelolaan sampah dapat terwujud maka kita akan melihat lingkungan di sekitar bersih. Selokan yang selama ini menjadi tempat pembuangan dapat mengalir dengan lancar tanpa tersumbat. Bau yang tidak sedap karena cemaran udara oleh sampah menjadi bersih. Agen perubahan tidak hanya kembali pada diri sendiri tetapi pada juga ditingkatkan ke semua elemen yang tinggal di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: