Keterbalikan

Awal bulan ini umat muslim khususnya di Indonesia menjalankan ibadah puasa. Banyak sambutan yang bervariasi pada waktu itu, misalnya sambutan pertama kenaikan beberapa harga kebutuhan manusia minyak goreng, BBM, dan tarif tol. Terlepas dari semua itu, harapannya sama dipermudahkan dalam mencari rezeki yang berkah. Sambutan kedua, kemacetan mulai timbul dimana-dimana. Sambutan ketiga, hujan yang membasahi bumi. Itulah sepintas cerita yang mengisi kabar harian pada kertas hitam putih dan suara bergambar namun bergerak.

Gambar : Minyak Kanola

Waktu itu, aku sedang mengalami sakit perut. Sungguh tak disangka sambal yang aku makan lusa menjadi sebuah racun dalam perut. Aku melihat sekeliling roda motor berputar dan truk besar berjalan. Aku berada dalam dunia fantasi. Bagaimana aku melihat kabel berada dibawah tanah dan sampah-sampah tidak berserakan di jalan. Tidak melihat genangan air di jalan. Hujan di bulan Mei, membuat aku berinjak disebuah tempat nan asing. Aku berada di taman bermain impian bersama boneka tedy bear dan permainan lego. Bahagia sekali melihat keteraturan ini, ingin rasanya tubuh ini terjun bebas ke dunia mimpi. Sekita tubuh terjun bebas. Apa yang terjadi? Keterbalikan, semua mimpi hilang seketika. Air menggenangi perjalanan pulang. Air berucap aku tidak punya jalan untuk pulang. Menerjang penghalang pulang adalah jalan yang tepat.

Sambutan beragam pada waktu itu terkadang menghiasi kehidupan kita. Barangkali itu klise yang akan disimpan untuk dongeng ketika duduk warung kopi. Selamat menyambut bulan Ramadhan!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: